Sedikit Cerita Singkat Seputar KKN Stikma 2006
Trataaa… akhirnya selesai juga KKN-nya…
Waduw… rasanya seneng bercampur sedih setelah KKN ini berakhir. Senengnya saya bisa berjumpa Wran lagi dan bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus saling curi-mencuri bantal dan selimut ditengah malam (hehehe… maklum satu rumah dihuni 15 ekor dan disana bantalnya sangat terbatas jadi siapa yang tidur dengan bantal duluan belum tentu kalo dia bangun paginya masih memakai bantal, apalagi berselimut…). Sedihnya kami harus berpisah dengan para warga desa yang ramah-ramah dan juga adik-adik kecil yang lucu, ngegemesin, serta kadang-kadang bikin jengkel dengan ulah dan kebandelan mereka…
Hmmm… saya mo bagi-bagi cerita niy dengan KKN kemarin. Untuk tahun 2006 kali ini KKN di kampus saya diselenggarakan di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang persisnya di Desa Duwet Kedampul (kawasan perbukitan Malang timur). Untuk mencapai desa ini diharuskan melewati jalan perbukitan dengan dikelilingi jurang-jurang yang lumayan tajam. Syukurlah jalannya sudah beraspal meskipun banyak juga lubang-lubang yang terlihat dimana-mana. Denger-denger dari warga setempat dana untuk pengaspalan jalan tersebut merupakan dana swadaya dari masyarakat sendiri bukannya dari pemerintah (huh… dasar pemerintahan yang sentralistik, terus pajak dari masyarakat dikemanakan??? untuk pembangunan atau untuk membesarkan perut kalian…). Sesampainya di tempat tujuan, program kerja yang sebelumnya telah direncanakan mulai dijalankan mulai dari ngecat pagar dan tiang bendera para warga, pembuatan spanduk, ngajar di TK dan SD, ngajar les, kegiatan di posyandu, perlombaan 17-an dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Disela-sela kegiatan kami juga menyempatkan diri untuk rekreasi di Coban Pelangi, sebuah air terjun di kawasan perbukitan Kecamatan Poncokusumo Malang (grrrr… airnya duingin, terus liat pemandangan pegunungan yang sejuk ditambah perkebunan apel yang buahnya lebat kyaaa… senengnya… Di tempat ini saya sempat membeli bunga edelweis untuk kenang-kenangan, hehehe belinya pun saya nitip temen-temen cewek biar lebih murah…). Pada KKN kemarin pengalaman paling berkesan bagi saya adalah ketika mengajar adik-adik di SD dan saat dilangsungkannya perlombaan 17-an di SD tersebut. Meskipun para muridnya banyak yang bandel (yah namanya juga anak kecil) tapi saya tetap enjoy saja dengan mereka, apalagi saat perlombaan, serunya minta ampun…
Saya juga sempat main ke poskonya Zuls yang terletak di seberang desa (kedua desa tersebut dipisahkan oleh jurang) kira-kira jaraknya 5 KM dari posko desa tempat saya. Misi kami kesana untuk koordinasi lebih lanjut tentang kegiatan KKN di desa tersebut sambil pengin liat-liat keadaan desa disana (maklumlah sinyal HP di pegunungan sana gak ada, meskipun ada yang nongol cuma satu kemudian hilang lagi). Untuk mencapai desa tersebut kami ber-tujuh harus menuruni bukit dan masuk hutan pinus, menuruni jurang yang lumayan curam serta melewati sungai. Perjalanan kami lumayan menyenangkan karena melewati kebun-kebun sayuran yang sebelumnya tidak pernah kami jumpai di Kota Malang. Momen ini mengingatkan saya saat camping di perbukitan Batu Malang beberapa tahun yang lalu. Selain itu perjalanan kami melelahkan bukan hanya karena menuruni rute yang curam saja, tapi karena tertawa disepanjang perjalanan akibat guyonan-guyonan yang datang bertubi-tubi. Akhirnya setelah mendapatkan info dari warga yang sedang mencari rumput maupun kayu di hutan tersebut, kami sampai juga di posko tempatnya Zuls dan temen-temen lainnya… aduw capeknya minta ampun, jalan setapak yang kami lewati benar-benar menanjak tajam. Untunglah kecapekan kami agak hilang setelah disambut dengan ramah oleh warga disana, apalagi ujung-ujungnya kami diberi hidangan makan siang plus pisang (kalo pisang siy merupakan buah paling sering saya temui disana setiap kali bertamu ke rumah warga, yah bisa dibilang gudang pisang lah desa disana…). Setelah bertemu dengan temen-temen dan berkoordinasi kami pun bergegas pulang kembali ke posko desa kami.
Sebelum pulang kami sempat foto bareng dengan temen-temen KKN disana. Berfoto adalah kegiatan wajib kami disetiap saat, hehehehe… mungkin akibat banyak yang bawa camera digital kali yak terus ditunjang dengan matakuliah fotografi yang sebelumnya pernah diberikan di kampus kemudian ditambah lagi dengan adanya komputer yang dibawa ke posko KKN sehingga setelah berfoto-foto ria hasilnya langsung ditransfer ke komputer tersebut. Bisa ditebak space harddisk yang dihabiskan hanya untuk kegiatan berfoto-foto saja membengkak hampir mencapai 2 Giga… wah benar-benar lagi terserang virus narsis tuh hehehehe… (hiburan satu-satunya di posko kami ya komputer ini… selain untuk mempermudah kinerja KKN, komputer ini juga sebagai alat bunyi-bunyian dan bioskop mini serta tempat untuk main PS sampai menjelang subuh hehehehe…)
Pada saat pulang kami diberi oleh-oleh berupa pisang oleh warga setempat. Ditengah perjalanan tepatnya disungai, kami ber-tujuh juga menyempatkan mandi di sungai yang dingin dan jernih tersebut… hmmm… yah cuma pake CD doang hehehe… yang lebih gilanya mandi pun masih sempat berfoto-foto ria sambil sembunyi-sembunyi dibalik bebatuan yang besar hehehehe… setelah puas mandi, kami pun bergegas pulang. Di perjalanan capeknya minta ampun, kaki serasa gak kuat melangkah lagi… abis medannya yang menanjak. Kami berkali-kali berhenti, sesekali minum serta menghabiskan pisang yang diberikan oleh warga. Setelah sampai di perkampungan kaki serasa ringan karena jalannya sudah datar lagi…
Setelah beberapa minggu, agenda kegiatan KKN pun selesai, tiba saatnya untuk kembali ke Malang. Sebelum pulang kami mengadakan tasyakuran di rumah salah satu perangkat desa serta mengadakan perpisahan ke SD tempat kami mengajar sekalian pamitan ke para guru, kepala sekolah serta murid-muridnya. Tampak disitu salahsatu temen cewek ada yang sempat nangis ketika memberi sambutan perpisahan. Hari penjemputan dari kampus pun tiba, setelah melakukan foto bersama dan packing barang-barang, kami pun pamitan ke warga dan juga Pak Lurah. Sebelum pulang banyak temen-temen yang memberikan kenang-kenangan kepada adik-adik yang sering main dan belajar di posko. Saya terpaksa memberikan bando hitam kesayangan saya untuk kenang-kenangan ke salah satu dari mereka. Pemandangan haru pun mulai terlihat, terutama temen-temen cewek yang mulai meneteskan airmata.
Yup… segini aja sedikit cerita singkat dari KKN kemarin. Dari pengalaman-pengalaman KKN ini paling tidak saya bisa mengambil hikmah terutama dalam bersosialisasi dengan masyarakat serta belajar dari para warga tentang kebijaksanaan, kesederhanaan, kejujuran, dan juga kearifan seorang pemimpin yang tercermin dari Pak Lurah. Terima kasih pak atas pencerahan dan nasehat-nasehat spiritualnya…









Asik ya… nisa sih kagak bakalan oleh deh ikutan acara begituan. huhuhuhuhu.. maklum, anak rumahan. Past seru banget tuh…ngiri.. hehehe
eh, post post pic-ny.
eh,, ternyata zul itu temennya zawa toh. hehehe..
Comment by Nisa | 22 August 2006 | 9:35 am
Aduh ntar taun depan giliran cacing KKN nih
Comment by cacingkepanasan | 24 August 2006 | 12:12 pm
aduh, saya dulu gag ikutan KKN di UK.Petra, soale gag wajib..alhmdllh…
hahaha…
Comment by tyka82 | 25 August 2006 | 4:06 am
loh….kok komenku yg tadi gga muntjoel yak? ah..pokoknya cm pengen ngucapin met kembali ke peraduan sendiri, dirumah…
kangen bantal..kangen guwlingks…
Comment by tyka82 | 25 August 2006 | 4:10 am
loh… kok ga ada crita2 cinta lokasi nya???
Comment by tjahaju | 27 August 2006 | 7:52 am
hahahaa….ktauwan ya…anak nakal!!! suka nyuri2 bantal!!!!
tapi seru kannnn….???digigitin nyamuk gak Za?
Coban plangi tuh, mananya coban Rondo yak???
Comment by za | 28 August 2006 | 5:38 am
Wah zawa, kurang atuh ceritanya…..kok gak ada cerita cinlok ama temen satu kelompok atau sama anaknya pak lurah ?? hehehe
Comment by baby's mommy | 1 September 2006 | 12:55 am
eh zawa, pulang KKN bawa bunga desa ga
ha ha ha ha sapa tau neh pulang ke kota bawa kembang desa
#8221;
Comment by Ndah | 17 September 2006 | 4:24 am
stikma ? wah jadi kangen neh aku….aku khan juga kul di stikma.angkatan 99….
Comment by abee | 17 November 2007 | 12:28 pm