"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’uun"
Pramudya Ananta Toer
Setelah beberapa lama berjuang melawan sakit di usia senja, akhirnya sastrawan besar Indonesia yang pernah dinobatkan sebagai orang paling berpengaruh versi Majalah Times ini tutup usia pada Minggu, 30 April 2006 sekitar pukul 0830 WIB.
Pram begitu sapaan akrabnya lahir di Kota Blora 6 Februari 1925. Berkat karya-karya sastra monumentalnya, kakek ini sejak tahun 1981 menjadi kandidat penerima Nobel dalam bidang sastra. Filipina menghargai kehebatan Pram dengan Anugerah Magsaysay.

Sejak muda, Pram akrab dengan penjara. Dia pernah ditahan pada tahun 1947-1949. Tahun 1965 sampai 1979 dia pun kembali ditahan di beberapa tempat seperti di penjara Jakarta, Tangerang, Nusakambangan, Magelang, Semarang, dan Pulau Buru.

Seiring dengan runtuhnya Orba, buku-buku Kakek Pram yang pernah dilarang beredar ini diterbitkan ulang dan cukup laris di pasaran. Karya-karya sastra Pram yang terkenal antara lain : Tetralogi Bumi Manusia (diterjemahkan ke 33 bahasa), Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Bukan Pasar Malam.

Di dunia Internasional nama Pram sangat dikagumi atas karya-karyanya. Sejumlah penghargaan pun mengalir ke dirinya. Namun, beliau belum pernah mendapatkan penghargaan dari negara tempat dia bernaung, Indonesia. Pemerintah baru menyadari kehebatan Pram di akhir hayatnya. Pemerintah berencana untuk memberikan penghargaan ke beliau ini.

Selamat jalan Kakek Pram… Semoga segala amal perbuatan Anda di dunia mendapat pahala yang melimpah dari Allah SWT.
(beberapa teks di kutip dari : http://detik.com).
(sumber foto : http://jalansutera.com).

Previous • Komunitas Yogyafree, Menerbitkan Majalah Online Gratis    Dirgahayu Zawa… • Next