Blogsome, Weblog17 January 2010 9:10 pm 

Seharian main-main dengan smarty code di Blogsome dan menemukan teknik berikut ini. Seperti yang kita tahu, judul blog dan meta description serta meta keyword merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan performa SEO dari blog. Selain backlink dan beberapa teknik penulisan artikel tentunya :D

Nah berikut ini saya mencoba sedikit utak-atik smarty code di template blogsome untuk mendapatkan hasil yang relevant nantinya antara judul posting, meta description dan meta keyword. Ini nih code smartynya :

Untuk blog title-nya ganti dengan ini :

<title>{capture name=kategori}{single_cat_title prefix='’}{/capture}{if $smarty.request.s != “”}{$smarty.request.s|upper|cat:’ : ‘}{/if}{single_post_title prefix='’}{if $smarty.server.REQUEST_URI|truncate:10:'’:true == ‘/category/’}{$smarty.capture.kategori|upper|cat:’ : ‘}{/if}{capture name=’post’}{single_post_title}{/capture}{if $smarty.capture.post}{else}{if $smarty.server.REQUEST_URI|count_characters == ‘9′}{capture name=’arsipbulan’}{single_month_title prefix=’ ‘}{/capture}{$smarty.capture.arsipbulan|cat:’ ‘}{/if}{bloginfo show=’name’}{/if}</title>

Ini untuk meta descriptionnya :

<meta name=”description” content=”{capture name=kategori}{single_cat_title prefix='’}{/capture}{if $smarty.request.s != “”}{$smarty.request.s|upper|cat:’ : ‘}{/if}{single_post_title prefix='’}{if $smarty.server.REQUEST_URI|truncate:10:'’:true == ‘/category/’}{$smarty.capture.kategori|upper|cat:’ : ‘}{/if}{capture name=’post’}{single_post_title}{/capture}{if $smarty.capture.post}{else}{if $smarty.server.REQUEST_URI|count_characters == ‘9′}{capture name=’arsipbulan’}{single_month_title prefix=’ ‘}{/capture}{$smarty.capture.arsipbulan|cat:’ ‘}{/if}{bloginfo show=’name’}{/if}” />

Dan yang terakhir ini untuk auto generate keyword berdasarkan dari judul postingan kita :

<meta name=”keywords” content=”{capture name=kategori}{single_cat_title prefix='’}{/capture}{if $smarty.server.REQUEST_URI|truncate:10:'’:true == ‘/category/’}{$smarty.capture.kategori|lower|replace:’ ‘:’, ‘}{/if}{capture name=’keyword’}{single_post_title prefix='’}{/capture}{$smarty.capture.keyword|lower|replace:’ ‘:’, ‘|cat:’, ‘}{if $smarty.request.s != “”}{$smarty.request.s|lower|replace:’ ‘:’, ‘|cat:’, ‘}{/if}yourkeyword1, yourkeyword2, yourkeyword3″ />

Nah pada smarty code meta keyword di atas, pada baris terakhir ada tulisan yourkeyword1, yourkeyword2, yourkeyword3, ini silakan diganti/ditambahin sendiri dengan keyword default dari blog milikmu. Misal blog milikmu seputar hewan maka keyword-keyword tersebut bisa diganti dengan anjing, kucing, anak kucing dll :p

Hasil dari smarty code di atas kayak gini, misal kita posting blog judulnya “Halo Selamat Malam” maka di html kode nya akan kayak gini :

<title>Halo Selamat Malam</title>

dan meta description nya kayak gini :

<meta name=”description” content=”Halo Selamat Malam” />

meta keywordnya jadi gini :

<meta name=”keyword” content=”halo, selamat, malam, yourkeyword1, yourkeyword2, yourkeyword3″ />

Yup semoga bermanfaat, kalo masih bingung silakan ditanyakan di komentar, insyaallah nanti saya jawab hehehe… :D

Eh iya lupa, trik ini cuman untuk blog di blogsome lho yah… atau blog-blog lain yang ditanamkan engine smarty code untuk fasilitas templatenya… (hmmm blog provider lain ada gak yah???)

 Portfolio, Music11 January 2010 3:56 pm 

Yay! Akhirnya laguku yang baru jadi juga hehehe… cuman instrumen sih sebenernya… :p
Nah lagu ini saya beri judul “In Blue” dan nama bandnya adalaaaaah… The Zanu :D
Dulu sempat bikin band namanya The gotoAndPlay tapi akhirnya project band ini mandek ga diterusin. Nah ini pengin bikin band lagi dengan format dan nama yang beda dari sebelumnya :D

Silakan didengerin bunyi-bunyiannya… saran dan kritik silakan ditulis di komentar :)

 Ba bi bu be bo10 January 2010 2:58 pm 

Javanese Script (hanacaraka)… yap script ini dah saya pelajari sejak jaman SD-SMP dulu tapi sampe detik ini masih aja lupa-lupa ingat :p ato bahkan bisa dikatakan lupaaaa semua hahahaha… yang jelas dari sekian banyak karakter hurufnya yang saya ingat cuman dua, HA dan YA karena mempunyai bentuk yang agak mirip :p

Javanese Script

Mungkin karena tidak pernah dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari maka untuk belajar script ini sulitnya minta ampun. Apalagi di Indonesia sebagian besar menggunakan huruf latin ABCD dalam penulisan apapun baik buku, koran, website dll, tidak seperti di Jepang ataupun di Thailand yang masih mempertahankan huruf tradisionalnya meskipun sudah di jaman modern seperti sekarang.

Bagi yang pengin tahu tentang Javanese script selengkapnya bisa meluncur ke Wikipedia disini : versi inggrisan (bagi yang bule), versi bahasa indonesia, versi kromo inggil (iki gae sing iso boso jowo alus hahaha) :D

Nah terus ketika kuliah bukannya diajarkan Javanese Script, eh malah ketemunya sama JavaScript. Hmmm… apaan nih? hehehe… ini adalah bahasa pemrograman untuk website di sisi client (di browser) dan perlu diingat, JavaScript tidak sama dengan Bahasa Java :D meskipun secara sintaks hampir sama yakni menggunakan sintaks C.

Contoh kecil JavaScript :

<input type=”button” value=”Cubit” onclick=”reaksi();”>
<script type=”text/javascript”>
function reaksi() {
alert( “Aduuuh!” );
}
</script>

Nah sulit mana nih… Javanese Script apa JavaScript??? Hmmm… kalo saya sih karena sudah lama tidak belajar hanacara datasawala padhajayanya magabathanga bagi saya lebih mudah belajar JavaScript :)

Yup, moga saja Javanese Script ini tidak punah dan moga masih diajarkan di SD :D

 Flash, Flash Lite, All About Flash, Mobile8 January 2010 7:20 pm 

Setelah sebelumnya kita disuguhi Flash Player 10.1 yang berjalan di Android 2.1, sistem operasi mobile bikinan Google yang ditanam di Nexus One, kini kabarnya pada bulan Februari nanti webOS 1.4 akan diluncurkan. Dan Flash Player 10.1 juga akan ditanamkan di sistem operasi tersebut.


Hmmm… semakin senang sekali belajar di Flash Platform karena media untuk berjalannya aplikasi flash sendiri semakin hari semakin banyak saja. Dulu flash cuman bisa berjalan di platform desktop dan web. Kemudian muncul lah Flash Lite yakni flash player versi mini (mobile) yang banyak kita jumpai di handphone bersistem operasi Symbian pada Nokia maupun Sony Ericsson ataupun di beberapa smartphone lain bersistem operasi Windows Mobile.

Flash Lite sendiri kurang banyak diminati karena berbagai fasilitasnya yang sangat minim dan terbatas tidak seperti Flash Player 10.1. Nah bagi kawan-kawan Flash Developer ini kabar bagus untuk bikin aplikasi mobile berbasis flash, apalagi sebentar lagi Adobe juga akan merelease Adobe Flash CS5 yang kabarnya bisa untuk mengconvert aplikasi flash ke iPhone :)

 Perjalanan di Bumi1 January 2010 8:28 pm 

Bulan Desember kemarin tepatnya tanggal 30, jumlah pengunjung blog saya Wawazawa Playground (via referer) tiba-tiba mengalami peningkatan yang cukup tajam. Biasanya jumlah hits per-hari berkisar antara 2000-3000an tetapi hari itu kok tiba-tiba naik sekitar 29000an. Hmmm… ada apa yah kira-kira dengan blog ini… (”.)?

Cara Meningkatkan Jumlah Pengunjung Blog

Moga pengunjung blog ini tetap stabil hehehe… :)

 Perjalanan di Bumi31 December 2009 6:16 pm 

Selamat tahun baru 2010… happy new year… happy new year… tret treeeet treeeeeet treeeeeeeeeeeeeeeeeeeet… *suara terompet*

Malam ini di Kota Malang lagi hujan, jadi acara tahun baruan kayaknya cukup dengan minum kopi, ngemil kacang, mam mam mam kue dll, sambil main game di kamar tentunya… Huhuhuhu… :’(

 Ba bi bu be bo22 December 2009 5:19 pm 

Tiga alumni Universitas Indonesia (UI), Rudy Badil, Luki Sutrisno dan Nessy Luntungan penulis otobiografi Soe Hok Gie yang dituangkan dalam buku berjudul “Sok Hok Gie Sekali Lagi” diluncurkan secara resmi pada Rabu (16/12) bertempat di Pusat Studi Jepang, Kampus UI, Depok. Peluncuran buku ini ditandai dengan diserahkannya buku tersebut secara simbolik dari Sekretaris UI yang mewakili Rektor, Prof. Dr. I Ketut Surajaya M.A kepada Rudy Badil.

buku soe hok-gie

Soe Hok Gie adalah aktivis UI angkatan 1966 yang juga merupakan salah satu pendiri Mahasiswa Pencipta Alam (MAPALA UI). Gie, panggilan akrab Soe Hok gie, sosok yang dikagumi oleh teman-temannya maupun orang lain karena pemikiran-pemikirannya yang cerdas dan sikapnya yang tegas dan berani dalam mengkritisi jalannya pemerintahan Orde Lama. Buku tersebut memuat perjalanan Soe Hok Gie saat dirinya hidup dan beberapa tulisan mengenai dirinya dan teman – temannya. Informasi dan peristiwa yang dipaparkan di dalam buku ini adalah informasi dan peristwia yang berlangsung 40 tahun yang lalu, namun masih terasa jelas benang merahnya dengan situa bangsa saat ini. Menurut Rudi Badil,”Buku ini dibuat untuk mengenang Gie melalui pemikirannya.”

Penyelenggaraan acara tersebut bertepatan dengan 40 tahun meninggalnya Gie pada tanggal 16 Desember 1969 di Puncak Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur. Dalam acara tersebut hadir juga beberapa orang terdekat Gie semasa hidupnya, seperti Kartini Sjahrir, Aristides Katoppo, Herman Onesimus Lantang, Maman Abdurachman, Wiwiek Anton Wijana, dan Freddy Lodewijk Lasut yang juga merupakan anggota Mapala UI. (Vra)

Sumber : http://www.ui.ac.id/id/news/archive/4089

Nah kebetulan kemarin pas nungguin Film Sang Pemimpi diputer di 21, saya sempatkan baca-baca buku di Gramedia Matos Malang dan buku yang sempat saya baca adalah buku ini, “Sok Hok-Gie Sekali Lagi”. Harganya pun cukup murah sekitar 50 ribuan karena dilihat dari tebal dan kualitasnya, biasanya buku kayak gini pasti harganya diatas 50 ribuan. Kenapa kok murah? Ternyata eh ternyata buku ini didukung oleh beberapa tokoh termasuk beberapa anggota DPR sehingga menjadikan buku ini murah meriah hehehe… Mungkin proses produksi buku ini disubsidi oleh bapak-bapak itu kayaknya :D

Setelah dibaca sekilas buku ini sangat menarik. Mungkin bagi saya pribadi lebih menarik dari buku tentang Soe Hok-Gie yang pernah saya baca sebelumnya :D. Tapi jangan bosan kalu kamu nanti disuguhi kejadian-kejadian pas Gie wafat di puncak gunung semeru seperti pada buku-buku tentang Gie sebelumnya hehehe… Tapi justru disitulah salahsatu sisi menariknya dari buku tentang Gie ini :)

 Blogsome, Weblog16 December 2009 7:32 am 

Wuehehehe… senang banget. Mungkin itulah ungkapan yang pas ketika beberapa waktu yang lalu melihat dashboard admin di Blogsome. Yup saat ini di Blogsome sudah ditambahkan fasilitas baru yakni untuk backup seluruh data postingan kita di Blogsome baik data teks maupun file-file penunjang seperti template blog yang kita pakai serta file-file gambar yang telah kita upload di Blogsome.

Untuk data postingan bisa dibackup dalam bentuk structure file SQL. Namun sayangnya di Blogsome sendiri tidak ada fasilitas untuk import file SQL tersebut. Katanya si admin Blogsome sih memang sengaja tidak dikasih fasilitas tersebut karena takut untuk disalahgunakan. Tapi gak masalah karena dengan adanya fasilitas backup sendiri bagi saya sudah sangat cukup untuk membackup seluruh data postingan saya yang sebelumnya harus memanfaatkan software thirdy party macam bikinan kungfoo untuk tool backup di Blogsome.

Nah semoga hal ini jadi kabar gembira bagi kawan-kawan yang pengin hijrah dari Blogsome ke Blog Provider lain macam Wordpress ataupun CMS (Content Management System) yang support untuk import data berupa file SQL.

Yup, DATA adalah EMAS. Maka jagalah baik-baik harta online Anda tersebut jangan sampe hilang ;)

 Perjalanan di Bumi15 December 2009 7:30 am 

Akhirnya update blog juga hehehe… Hmmm ini oleh-oleh foto saat jalan-jalan beberapa minggu yang lalu menyusuri pantai utara dari Tuban Jawa Timur ke Rembang Jawa Tengah. Meskipun kota tersebut bersebelahan namun ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Kota Rembang. Kota yang bikin kepala saya sakit gara-gara mencium bau ikan yang dikeringkan di sejumlah tempat di kota tersebut. Hehehe maklum saya cuman penggemar ikan yang sudah jadi, maksud saya ikan yang sudah matang baik itu digoreng, direbus ataupun dibakar :p ikan yang kayak ginian gak bakal bikin kepala saya sakit hihihi…

Selain mencium bau amisnya ikan kering, disepanjang perjalanan dari Tuban ke Rembang banyak juga ditemui pertambakan dan ladang ganja garam beserta gudang garamnya tentunya (hmmm jadi inget merk rokok favorit jaman dulu :p). Jadi tidak hanya di Pulau Madura saja yang banyak dijumpai salju asin ini, tapi di Rembang pun juga banyak lho. Selama perjalanan juga kurang lebih berjumpa dengan Orang Gila sebanyak 5 orang dengan ciri-ciri yang hampir sama yakni cowok item dekil *kayaknya dia lagi nyamar jadi jalan raya* :D

Melewati perbatasan antar propinsi bagi saya merupakan hal yang unik dan layak untuk diabadikan *halah kurang kerjaan* apalagi ketika lewat dibawah gapura perbatasannya wuiiih seneeeng banget… hahahaha… tapi ada lagi nih obsesi yang belum kesampaian yaitu lewat diperbatasan antar negara via jalur darat. Kalo yang ini sih ga bisa main nyelonong aja lewat perbatasannya, bisa-bisa malah ditembaki/dilempar granat sama om-om penjaga perbatasan hohoho…

Sebenarnya melewati perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah via jalur darat bukan hal baru bagi saya karena waktu kecil dulu sering ke rumah nenek di Cepu, salahsatu kota minyak di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Bojonegoro Jawa Timur. Kalau perbatasan Jatim-Jateng yang satu ini tepatnya bersebelahan dengan sungai bengawan solo. “Horeee aku di Jawa Tengah… horeee aku di Jawa Timur…” mungkin itulah ungkapan hati waktu jaman kanak-kanak dulu. Padahal antara Jawa Tengah dan Jawa Timur kalau di perbatasan kan ya tinggal loncat aja… namun itulah kegembiraan jaman kecil dulu… hahahaha… dudul… :D

 Ba bi bu be bo7 November 2009 4:49 pm 

Dapat message inspiratif sekali dari seorang kawan di Facebook tentang Ibu :), saya share disini yah…

Sukar untuk orang lain percaya, tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang pembohong!. Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian. Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.

Pembohongan Ibu yang Pertama
Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi danlauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : “Makanlah nak ibu tak lapar.”

Pembohongan Ibu yang Kedua
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi.

Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”

Pembohongan Ibu yang Ketiga
Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”

Pembohongan Ibu yang Keempat
Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!”.

Pembohongan Ibu yang Kelima
Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu… Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga… Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : “Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki”.

Pembohongan Ibu yang Keenam
Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang”.

Pembohongan Ibu yang Ketujuh
Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang”.

Pembohongan Ibu yang Kedelapan
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit”.

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya ntuk terakhir kali. Dibalik kebohongannya, tersimpan cintanya yang begitu besar bagi anak2nya.

Anda beruntung karena masih mempunyai orangtua… Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau orangtua anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, “Ibu/Ayah, saya sayang ibu/ayah”. Tapi tidak saya lakukan, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu…

   1  2  3  4  5  6  7  8  9  10   Next Posts »